Kisah Isra’ Mi’raj adalah puncak perjalanan spiritual Nabi Muhammad ﷺ, penuh dengan mukjizat dan pelajaran mendalam. Setelah melalui proses pembersihan hati, langkah selanjutnya adalah menaiki kendaraan khusus yang disiapkan Allah SWT: Buraq.
Video “Dardir bainama 03 | Tangisan Rasulullah Ketika Menaiki Buraq – Kisah isra mi’raj” ini membahas detail kedatangan Buraq, dialog menarik antara Nabi dan Malaikat Jibril, serta momen mengharukan ketika Rasulullah ﷺ meneteskan air mata.
1. Keistimewaan Cap Kenabian
Sebelum memasuki kisah Buraq, video ini mengawali dengan menjelaskan keistimewaan Cap Kenabian Nabi Muhammad ﷺ:
- Pembeda dari Nabi Lain: Semua nabi diberikan tanda kenabian oleh Allah. Namun, tanda kenabian para nabi terdahulu umumnya berada di tangan sebelah kanan, sementara tanda kenabian Nabi Muhammad ﷺ secara istimewa ditempatkan di antara kedua pundaknya.
2. Mengenal Buraq: Kendaraan Para Pecinta Allah
Buraq bukanlah hewan biasa, melainkan makhluk khusus yang diciptakan Allah sebagai kendaraan kehormatan:
- Deskripsi: Buraq berwarna putih bersih, melambangkan kesucian. Kecepatannya tidak tertandingi, sanggup melangkah sejauh pandangan mata, secepat kilat yang menyambar.
- Kerinduan 40.000 Tahun: Diriwayatkan bahwa Buraq telah menanti dan menahan kerinduan kepada Nabi Muhammad ﷺ selama 40.000 tahun, sebuah penantian yang menunjukkan tingginya derajat sang Rasul di hadapan Allah.
- Makna: Buraq adalah simbol penghormatan dan kemuliaan dari Allah, disiapkan khusus untuk menjadi kendaraan para pecinta-Nya.
3. Penolakan Menghormati Tuhan
Yang paling mengejutkan, Nabi Muhammad ﷺ awalnya sempat menolak menaiki Buraq. Beliau mengajukan argumen yang mencerminkan kerendahan hati dan tauhid yang murni:
“Perjalanan menuju Allah adalah dengan kerinduan dan ketakwaan, bukan dengan binatang lemah. Bagaimana mungkin binatang ini bisa membawa manusia yang menanggung beban cinta dan amanah langit? Aku hanya memerlukan petunjuk Allah, bukan bantuan makhluk.”
Malaikat Jibril kemudian turun tangan, meyakinkan beliau bahwa Buraq hanyalah simbol dan pengiring perjalanan agung yang menunjukkan kemuliaan sang Nabi di mata Raja Diraja, yakni Allah SWT.
4. Tangisan Sang Kekasih Allah
Momen paling menyentuh terjadi ketika Nabi ﷺ akhirnya meletakkan kakinya di pelana Buraq:
- Air Mata Kerinduan: Tiba-tiba, Rasulullah ﷺ menangis di hadapan Buraq dan Jibril.
- Alasan Tangisan: Tangis tersebut bukan disebabkan rasa sakit atau haru atas keistimewaan yang diterimanya, melainkan karena beliau teringat akan umatnya yang tidak memiliki kendaraan mewah seperti Buraq untuk menghadap Allah di hari kiamat.
Malaikat Jibril pun menghibur beliau dengan kabar gembira yang luar biasa: umat yang bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam Surah Maryam ayat 85, akan dikumpulkan oleh Allah sebagai rombongan yang terhormat dengan kendaraan surga untuk menghadap ke hadirat-Nya. Mendengar jaminan ini, senyum bahagia pun kembali menghiasi wajah Rasulullah ﷺ.
Tonton Penjelasan Lengkapnya!
Ingin merasakan langsung momen mengharukan ini dan memahami lebih dalam dialog yang terjadi antara Nabi Muhammad ﷺ dengan Malaikat Jibril?
Jangan lewatkan kajian lengkap yang membahas detail peristiwa luar biasa ini, termasuk kisah di balik penantian Buraq selama 40.000 tahun. Tonton video “Dardir bainama 03 | Tangisan Rasulullah Ketika Menaiki Buraq – Kisah isra mi’raj” untuk menambah kecintaan dan wawasan Anda tentang junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ. Klik link di bawah ini dan saksikan keagungan kisah Isra’ Mi’raj!
Dardir bainama 03 | Tangisan Rasulullah Ketika Menaiki Buraq – Kisah isra mi’raj
Leave a Reply